Laporan bakti lingkungan

LAPORAN LENGKAP BAKTI LINGKUNGAN
DASAR-DASAR MANAJEMEN



Oleh:


Kelompok 9

Andri Ngineikon   :    L131 17 165
Gabby Florensia    :    L 131 17 164
Taufik hidayat   :         L131 17 172
Eka Susanti                 L131 17 026
Ahmad Andri Setiawan          L131 17 282







FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS TADULAKO
BAB  1
 PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
     Bakti lingkungan adalah program studi atau program bakti lingkungan yang dibuat secara langsung oleh pihak kampus khususnya kampus Universitas Tadulako yang memberikan langsung kepada setiap fakultas yang ada yang dimana bakti lingkungan ini hanya berlaku pada mahasiswa baru atau angkatan baru yang masuk dalam linkungan kampus tersebut,yang dilaksanakn tiap hari saptu.
    Bakti lingkungan ini dimaksudkan agar para mahasiswa mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari karna bakti lingkungan ini diharapkan mampu menjaga kebersihan lingkungan yang ada disekita mereka.Bakti lingkungan hampir semua fakultas melaksanakan
    Bakti lingkungan merupakan wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan disekitar universitas tadulako. Bakti lingkungan adalah intrakulikuler wajib yang memadukan pelaksanan tridarma perguruan tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja pada mahasiswa dalam kegiatan bakti lingkungan.
     Universitas tadulako merupakan perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bakti lingkungan merupakan suatu kegiatan yang sudah diprogramkan oleh universitas tadulako.
1.2 Maksud dan Tujuan
   Adapun maksud tujuan dari bakti lingkungan adalah agar mahasiswa dapat menjaga kebersihan lingkungan yang ada di sekitarnya serta membantu menyadarkan bahwa betapa pentingnya kebersihan.
   Adapun tujuan bakti lingkungan yaitu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memdidik mahasiswa menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap lingkungannya.

BAB  II
 TINJAUAN PUSTAKA

  Definisi manajemen
        Manajemen sebagai suatu seni dan ilmu perencanaan, perorganisasian, penagarahan, penyusunan, dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu (Atik & Ratminto 2012).
Manajemen sebagai suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran -sasaran yang telah ditentukan melalui  pemanfaatan seumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya (Hasibun 2009).
Berdasarkan pengertian-penegertian manajemen yang telah dijelaskan diatas, maka alam penelitian ini dapat dipahami bahwa manajemen merupakan suatu rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian dan pengawasan dengan memanfaatkan sumber daya manusia serta sumber daya lainnya untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang telah ditentukan.
  Fungsi Manajemen
        Adapun penjelasan mengenai fungsi-fungsi manajemen menurut ahli Henry Fayol adalah sebagai berikut :

Perencanaan (planning)
       Perencanaan (planning) adalah fungsi dasar (fundamental) manajemen, karena pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengendalian pun harus terlebih dahulu direncanakan. Perencanaan ini dinamis artinya dapat dirubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pada saat itu. Perencanaan ini ditujukan pada masa depan yang penuh dengan ketidakpastian, karena adanya perubahan kondisi dan situasi, sedangkan hasil dari perencanaan akan diketahui pada masa depan. Tentunya setiap organisasi maupun instansi melakukan perencanaan terlebih dahulu sebelum melaksanakan kegiatan selanjutnya, demikian juga dengan dinas-dinas yang terkait dalam penyelenggaraan pelayanan kebersihan dan pengelolaan sampah di Bandar Lampung. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai perencanaan, maka  perlu memahami definisi perencanaan menurut beberapa ahli manajemen. 
Menurut Henry Fayol (Tanjung, 1999 : 76) perencanaan berupa penentuan langkah awal yang memungkinkan organisasi mampu mencapai suatu tujuan dan juga menyangkut tentang upaya yang dilakukan untuk mengantisispasi kecenderungan di masa-masa yang akan datang dan penentuan sebuah strategi atau taktik yang tepat untuk mewujudkan target tujuan suatu organisasi.
        Definisi perencanaan lainnya yaitu, menurut Louis A. Allen (Hasibuan, 2009 : 92) perencanaan adalah menentukan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Sedangkan menurut ahli manajemen, Harold Koontz dan Cyril O’ Donnel (Sukarna, 2011 : 11) perencanaan adalah fungsi daripada manajer di dalam pemilihan alternatif-alternatif, tujuan-tujuan kebijaksanaan, prosedurprosedur dan program. Menurut Koontz O’ Donnell (Ranupandojo, 1996 : 17) menjelaskan bahwa tipe-tipe perencanaan dapat dibedakan menjadi tujuan, kebijakan, prosedur, peraturan-peraturan, anggaran, program dan strategi. Sedangkan menurut Robert Anthony (Ranupandojo, 1996 : 23), perencanaan dibedakan menjadi tiga macam jenisnya, yaitu :

1)  Perencanaan Strategis Merupakan suatu proses perencanaan dimana keputusan tentang    tujuan organisasi akan dicapai melalui pengelolaan sumber-sumber daya dan dana yang dimiliki, didasarkan pada kebijaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
2) Perencanaan untuk mengendalikan manajemen Merupakan suatu proses perencanaan dimana manajer bertanggungjawab bahwa penggunaan sumber-sumber daya dan dana digunakan seefektif mungkin dan seefisien mungkin untuk mencapai tujuan organisasi.
3) Perencanaan operasional Merupakan suatu proses dimana usaha melaksanakan kegiatan tertentu dijamin seefektif dan seefisien mungkin.
     Dari beberapa definisi mengenai perencanaan, maka peneliti menyimpulkan bahwa perencanaan merupakan proses pemikiran dalam memilih dan menentukan program apa yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Pengorganisasian (organizing)
Fungsi pengorganisasian yang dalam bahasa inggrisnya adalah organizing berasal dari kata organize yang berarti menciptakan struktur dengan bagian-bagian yang diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga hubungannya satu sama lain terikat oleh hubungan terhadap keseluruhannya. Penggorganisasian tentu berbeda dengan organisasi. Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen dan suatu proses yang dinamis, sedangkan organisasi merupakan alat atau wadah yang statis. Pengorganisasian dapat diartikan penentuan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokkan tugas-tugas dan membagi-bagikan pekerjaan kepada setiap karyawan, penetapan departemen-departemen (subsistem) dan penentuan hubungan-hubungan. Untuk memahami pengorganisasian secara mendalam, maka perlu mengetahui arti pengorganisasian menurut beberapa ahli. Berdasarkan pengertian pengorganisasian, maka dapat dikatakan bahwa terdapat ciri-ciri yang dimiliki oleh organisasi yang melakukan fungsi pengorganisasian (Hasibuan, 2009 : 122), yaitu:

1) Manusia, artinya organisasi baru ada jika ada unsure manusia yang bekerja sama, ada pemimpin dan ada yang dipimpin.
2) Tempat kedudukan, artinya organisasi baru ada jika ada tempat kedudukannya.
3) Tujuan artinya, organisasi baru ada apabila ada tujuan yang hendak dicapai.
4) Pekerjaan, artinya organisasi itu baru ada jika ada pekerjaan yang akan
dikerjakan serta ada pembagian pekerjaan.
5) Struktur, artinya organisasi itu baru ada jika ada hubungannya  dan kerjasama antar manusia yang satu dengan yang lainnya.
6) Teknologi, artinya organisasi itu baru ada jika terdapat unsure teknis.
7) Lingkungan, artinya organisasi itu baru ada jika ada lingkungan yang saling mempengaruhi misalnya ada sistem kerjasama sosial.

        Menurut George R. Terry (Hasibuan, 2009 : 119) pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orangorang, sehingga mereka dapat bekerjasama secara efisisen dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu. 
Henry Fayol  (Hasibuan, 2009 : 13) mengemukakan teori pengorganisasian mengenai organisasi lini yaitu terdapat pemusatan wewenang pada tingkat pimpinan organisasi sehingga berbagai fungsi berpusat dalam tangan pimpinan tertentu karena dengan tegas memisahkan bidang kegiatan pimpinan (manajerial sebagai pusat wewenang) dan bidang kegiatan teknis (nonmanajerial). Akibatnya muncul persyaratan tertentu (generalis serba,bisa berpengatahuan luas) bagi jabatan pimpinan yang berbeda dari pekerja teknis/spesialis yang berpengatahuan kejuruan.
        Selain itu, definsi pengorganisasian dikemukakan oleh Kontz dan O’Donnel (Malayu Hasibuan, 2009 :119), menurut mereka fungsi pengorganisasian manajer meliputi penentuan penggolongan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk tujuan-tujuan perusahaan,pengelompokkan kegiatan-kegiatan tersebut ke dalam suatu bagian yang dipimpin oleh seorang manajer, serta melimpahkan wewenang untuk melaksanakannya. 
Menurut Gordon (Siswanto, 2007 : 90) ada tiga bentuk struktur organisasi yang cukup popular dan selama ini dipeegunakan dalam organisasi publik, yaitu:

Lini
       Bentuk lini merupakan struktur yang paling sederhana. Lini ditandai dengan garis hubungan yang bersifat vertical antara setiap tingkatan organisasi. Semua anggota organisasi menerima perintah melalui prinsip scalar. Struktur kewenangan dalam bentuk ini sangat jelas dan dikembangkan dalam organisasi yang memiliki ruang lingkup kecil. Sistem pembagian perintah dari pucuk pimpinan kepada bawahan menyangkut seluruh kegiatan operasional dan kegiatan penunjang, sehingga semua struktur di bawah manajer terlibat dalam kegiatan operasional.
Lini dan Staf
      Bentuk lini dan staf menghasilkan konstruksi struktur yang agak berbeda dengan yang pertama karena adanya tambahan staf. Staf hanya merupakan fasilitator, dan membantu tugas pimpinan seperti memberikan masukan, nasihat, membantu pengawasan. Akan tetapi, staf tidak memiliki otoritas dan hubungan langsung kepada bawahan. Staf diangkat berdasarkan keahlian yang dimiliki.
Matrix
      Bentuk matrix adalah bentuk organisasi proyek. Bentuk ini merupakan kombinasi sumber daya manusia dan non manusia yang diolah bersama-sama dan bersifat sementara, dan dibuat untuk tujuan khusus. Apabila sudah selesai sumber daya manusia yang dikonsentrasikan di sana akankembali pada unit masing-masing.Berdasarkan penjelasan mengenai definisi pengorganisasian menurut beberapa ahli, peneliti setuju dengan pendapat para ahli bahwa pengorganisasian pun perlu  adanya perencanaan yang dilakukan oleh manajer sebelum menetapkan kegiatan apa yang harus dilakukan, pembagian kerja pada setiap karyawan, serta penggolongan kegiatan-kegiatan agar proses manajemen berjalan efisen, selaras dan tepat sasaran. Dengan demikian, peneliti menarik kesimpulan dari definisi pengorganisasian adalah suatu proses pengelompokkan dan pembagian pekerjaan oleh karyawan, penentuan kegiatan apa yang akan dilakukan guna mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Prinsip-prinsip pengorganisasian menurut Henry Fayol (Syamsi, 1994 : 14 ) adalah pembagian tugas pekerjaan, kesatuan pengarahan, sentralisasi, mata rantai tingkat jenjang organisasi. 
Pengarahan (commanding)
Fungsi pengarahan (commanding) merupakan fungsi terpenting dan paling dominan dalam proses manajemen. Fungsi ini baru dapat diterapkan setelah rencana, organisasi, dan karyawan ada. Jika fungsi ini diterapkan maka proses manajemen dalam merealisasi tujuan dimulai. Namun, penerapan fungsi ini sangat sulit,rumit dan kompleks karena keinginan karyawan tidak dapat dipenuhi sepenuhnya. Hal ini disebabkan karena karyawan adalah makhluk hidup yang punya pikiran, perasaan, harga diri, cita-cita dan lain-lainnya. Prinsip-prinsip pengarahan (Syamsi, 1994 : 124) ditujukan pada keterpaduan antara tujuan perorangan dan tujuan organisasinya, keterpaduan antara tujuan kelompok dan tujuan organisasinya, kerjasama antar pimpinan, partisispasi dalam pembuatan keputusan, terjalinnya komunikasi yang efektif dan pengawasan yang efektif dan efisien.
       Definisi fungsi pengarahan secara sederhana ( Handoko, 2001 : 25) adalah untuk membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apayang diinginkan, dan harus mereka lakukan. Menurut Henry Fayol(Tanjung, 1999 : 81) mengemukakan bahwa pengarahan dilakukan untuk memberikan arahan kepada Sumber Daya Manusia sebagai pegawai di dalam suatu organisasi atau perusahaan agar pegawai tersebut mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.
        Menurut George R. Terry (Hasibuan, 2009 :183) pengarahan adalah membuat semua anggota kelompok agar mau bekerjasama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian. Peneliti menyimpulkan bahwa fungsi pengarahan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan di dalam suatu organisasi  untuk membimbing, menggerakkan, mengatur segala kegiatan yang telah diberi tugas dalam melaksananakan suatu  kegiatan usaha.

Pengoordinasian (coordinating)
          Setelah dilakukan pendelegasian  wewenang dan pembagian pekerjaan kepada para karyawan oleh manajer, langkah selanjutnya adalah pengkoordinasian. Setiap bawahan mengerjakan hanya sebagian dari pekerjaan perusahaan, karena itu masing-masing pekerjaan bawahan harus disatukan, diintegrasikan, dan diarahkan untuk mencapai tujuan. Tanpa koordinasi tugas dan pekerjaan dari setiap individu karyawan maka tujuan perusahaan tidak akan tercapai. Koordinasi itu sangat penting di dalam suatu organisasi. Beberapa alasan mengapa organisasi sangat penting, yaitu :

a) Untuk mencegah terjadinya kekacauan, percekcokan, dan kekembaran atau kekosongan pekerjaan.
b) Agar orang-orang dan pekerjaannya diselaraskan serta diarahkan untuk
     pencapaian tujuan perusahaan/organisasi.
c) Agar sarana dan prasarana dimanfaatkan untuk mencapai tujuan.
d) Supaya semua unsur manajemen (6M) dan pekerjaan masing-msing

       individu karyawan harus membantu tercpainya tujuan organisasi. Supaya semua tegas, kegiatan, dan pekerjaan terintegrasi kepada sasaran  yang diinginkan. Menurut Terry (Hasibuan, 2009 : 49) ada beberapa tipe-tipe koordinasi, antara lain :

1) Koordinasi Vertikal
Koordinasi vertikal adalah kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang dilakukan oleh atasan terhadap kegiatan unit-unit, kesatuan-kesatuan kerja yang ada di bawah dan tanggungjawabnya. 

2) Koordinasi Horizontal
Koordinasi horizontal adalah mengoordinasikan tindakan-tindakan atau kegiatankegiatan penyatuan, pengarahan yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan dalam tingkat organisasi (aparat) yang setingkat. Koordinasi horizontal dibagi atas interdisciplinary dan interralated. Interdisciplinary adalah suatu koordinasi dalam rangka mengarahkan, menyatukan tindakan-tindakan, mweujudkan, dan menciptakan disiplin antara unit yang satu dengan unit yang lain secara internalmaupun ekstern pada unit-unit yang sama tugasnya. Interrelated adalah koordinasi antarbadan (instansi) atau unit-unit yang fungsinya berbeda, tetapi instansi yang satu dengan yang lain saling bergantungan atau mempunyai kaitan baik, cara intern maupun ekstern yang levelnya setara. 
         Pengoordinasian ini merupakan tugas penting yang harus dilakukan oleh seorang manajer dan tugas ini sangat sulit. Untuk lebih jelasanya mengenai pengertian pengkoordinasian, perlu pemahaman lebih mendalam mengenai fungsi pengkoordinasian. Peneliti mengutip beberapa definisi fungsi pengkoordinasian oleh beberapa ahli. 
         Menurut E.F.L Brech (Hasibuan, 2009 : 85) pengkoordinasian adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasikegiatan pekerjaan yang cocok kepada masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya diantara para anggota itu sendiri. Henry Fayol (Tanjung, 1999 : 87) mengatakan bahwa mengoordinasi berarti mengikat bersama menyatukan dan menyelaraskan semua kegiatan yang ada dalam mencapai tujuan organisasi. Koordinasi yang baik dapat dilakukan jika masing-masing individu  menyadari dan memahami akantugas-tugas mereka. Mereka harus mengetahui bahwa sebenarnya tugas mereka sangat membantu pada  usaha-usaha untuk mencapai tujuan organisasi.
Definsi lain yaitu, menurut T. Hani Handoko (Handoko, 2001 : 195) pengkoordinasian adalah pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. 
Cara-cara mengadakan koordinasi yang baik dapat dilakukan yaitu dengan cara (Hasibuan, 2009 : 88) :
a) Memberikan keterangan langsung dan secara bersahabat. Keterangan mengenai pekerjaan saja tidak cukup, karena tindakan-tindakan yang tepat
harus diambil untuk menciptakan dan menghasilkan koordinasi yang baik.
b) Mengusahakan agar pengetahuan dan penerimaan tujuan yang akan dicapai oleh anggota, tidak menurut masing-masing individu anggota dengan tujuannya sendiri-sendiri. Tujuan itu adalah tujuan bersama.
c) Mendorong para anggota untuk bertukar pikiran, mengemukakan ide, saransaran dan sebagainya.
d) Mendorong para anggota untuk berpartisipasi dalam tingkat perumusan
penciptaan sasaran.
e) Membina human relation yang baik antar sesame pegawai.
f) Manajer sering melakukan komunikasi informal dengan para bawahan. Ringkasnya suatu koordiansi yang baik jika memperoleh partisipasi dari bawahan, dan pihak-pihak yang terkait yang akan melakukan pekerjaan diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan supaya mereka antusias dalam melaksanakannya.
Dari beberapa definisi di atas, peneliti menyimpulkan bahwa pengkoordinasian adalah usaha untuk mengatur para karyawan agar bekerja secara teratur, sinkron dan selaras agar pekerjaan tersebut dapat dilakukan secara efektif dan tujuan dari organisasi tersebut dapat tercapai.

Pengendalian (controlling)
       Fungsi pengendalian (controlling) adalah fungsi terakhir dari proses manajemen. Fungsi ini sangat penting dan sangat menentukan pelaksanaan proses manajemen, karena itu harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Pengendalian ini berkaitan erat dengan fungsi perencanaan dan kedua fungsi ini merupakan hal yang saling mengisi, karena :

a) Pengendalian harus terlebih dahulu direncanakan.
b) Pengendalian baru dapat dilakukan jika ada rencana.
c) Pelaksanaan rencana akan baik, jika pengendalian dilakukan dengan baik.
d) Tujuan baru dapat diketahui tercapai dengan baik atau tidak setelah pengendalian atau penilaian dilakukan.
       Pemahaman mengenai fungsi pengendalian dikemukakan oleh beberapa ahli.
Seperti menurut George R. Terry dalam buku Principles of Management mengemukakan pengendalian dapat dirumuskan sebagai proses penentuan apa yang harus dicapai yaitu standar, apa yang sedang dilaksanakan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan bilamana perlu melakukan perbaikanperbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana yaitu selaras dengan standar. Menurut Harold Koontz (Hasibuan, 2009 : 241-242) pengendalian artinya pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agarrencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dapat terselenggara. Sedangkan Earl P. Strong (Hasibuan, 2009 : 241) mengatakan bahwa  pengendalian adalah proses pengaturan berbagai faktor dalam suatu perusahaan, agar pelaksanaan sesuai dengan ketetapan-ketetapan dan rencana. 
           Peneliti menyimpulkan bahwa pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula agar rencana dapat terselenggara dengan baik.





BAB III
PENYELENGGARAAN KEGIATAN

3.1 Penyelenggaraan dan Perencanaan
    Penyelenggaran atau pelaksanaan bakti lingkungan dilaksanakan pada setiap hari sabtu pada setiap fakultas di UNTAD termaksud fakultas kehutanan.Bakti lingkungan berlaku pada angkatan mahasiswa angkatan baru. Bakti lingkungan pada fakultas kehutanan untuk angkatan 2017 dumulai dari semester 1 pada tanggal 02 september 2017 dan selanjutnya pada semester 2 dimulai pada tanggal 17 pebruari 2018,samapai dengan tanggal 10 mei 2018.
    Adapun rencana yang kami lakukan pada bakti lingkungan yaitu membersihkan semua lingkungan fakultas kehutanan,memenuhi kehadiran agar semua kehadiran tidak ada yang kosong sekaligus menjadi tiket masuk ujian dalam kelas,memelihara pohon yang kami tanam sampai 3 tahun kedepannya,membersihkan lokasi penanaman pohon.

3.2  Organisasi
     Dalam kelompok kami terdapat 13 anggota,1 ketua kelompok, 4 anggota penggankat sampah,3 angg0ta tukang sapu dan 3 anggota pemelihara tanaman .     
    Adapun peran dan tugas dan ketua yaitu mengontrol dan memerintahkan anggotanya untuk tetap bekerja tanpa membuang waktu yang ada dan selalu mengecek kehadiran tiap anggota.Adapun peran dan tugas anggota penggankut sampah yaitu menggankat semua sampah yang ada di sekitar lingkungan fakultas,anggota penyapu memiliki peran dan tugas unuk membersikan dan mengumpulkan sampah baik berupa plastik atau daun-daunan,sedangkan anggota pemelihara tanaman memiliki peran dan tugas yaitu menjaga tanaman yang ada baik dalm hal penyiraman,pemupukan dan pembersihan dari tumbuhan liar.
   3.3. Pengarahan
      Dalam suattu kegiatan pasti memiliki yang namnya suatu pengarahan atau arahan.Pada bakti lingkungan ini kelompok kami selalu di arahkan untuk membersihkan gedung DEKANAT dan selanjutnya membersihkan gedung-gedung  ruamg pembelajaran.     
BAB  IV
 PENGAWASAN DAN EVALUASI
Pengawasan

      Pengawasan dalam bakti lingkungan kali ini sangat baik, dimana kami selalu di awasi oleh kaka panitia bakti lingkungan yang ada.Pengawasan juga dilakukan oleh ketua kelompok terhadap anggota kelompok agar semua pekerjaan dapat berjalan dengan baik tanpa ada yang membuang buang waktu. Pengawasan pada bakti lingkungan biasanya bukan dilakukan oleh kakak panitia atau kelompok biasanya para dosen datang mengawasi kegiatan bakti lingkungan di fakultas kehutanan,terkadang pengawsan tidak berjalan dengan baik karena masih bnyk mahasiswa yang santai tanpa tidak bekerja dan hanya memrhatikan temn mereka yang sedang bekerja.

Evaluasi

Evaluasi bakti lingkungan kami sebagai berikut:
Penyelenggaraan
Sudah berjalan dari semester 1 dan semester 2 yang dialakukan tiap hari sabtu dan berlaku untuk mahasiswa angktan baru

Perencanaan
Perencanaan yang kami lakukan sduah berjalan dengan baik yaitu membersihkan lingkungan fakultas kehutanan
Organisai
                 Dalam pengorganisasian kami sudah jalankan sesuai peran dan tugas kami masing-masing.k
Tugas dan peran
Tugas dan peran kami sudah laksanakan dengan baik sesuai perencanaan yang ada
Penggarahan
Penggarahan yang di lakukan sduah sangat baik walaupun ada yang melanggarnya sedikt
Pengawasan
Pengawasan sudah baik,maupun pengawasan dari kaka panitia dan ketuia kelompok





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
    Adapun kesimpulan yaitu bakti lingkungan adalah program studi atau program bakti lingkungan yang dibuat secara langsung oleh pihak kampus khususnya kampus Universitas Tadulako yang memberikan langsung kepada setiap fakultas yang ada yang dimana bakti lingkungan ini hanya berlaku pada mahasiswa baru atau angkatan baru yang masuk dalam linkungan kampus tersebut,yang dilaksanakn tiap hari saptu.
    Bakti lingkungan ini dimaksudkan agar para mahasiswa mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari karna bakti lingkungan ini diharapkan mampu menjaga kebersihan lingkungan yang ada disekita mereka.Bakti lingkungan hampir semua fakultas melaksanakan

5.2 Saran
1.sebaiknya pelaksanaan bakti lingkungan dilaksanakan tepat waktu
2.sebaiknya banyak memeperhatikan mahasiswa yang datang terlambat
3.jangann memberikan sertifikat jika kehadirannya tidak memenuhi









DAFTAR PUSTAKA

Brantas,Dasar-Dasar Manajemen.Alfabeta 2009
Didin Hafidun dan Hendri tanjung manajemen Syariah dalam praktik,Gema Insani Jakarta.2003
George R Terry,prinsip-prinsi manajemen .Bumi Aksara, Jakarta 2006.
Griffin,R.2006.Business, 8th Eition.N]: Pretice Hall Handoko,1999.
Mahdi bin Ibrahim,Amanah dalam manajemen. Pustaka Al kautsar, Jakarta.1997.
Robbin, Manajemen,Jakarta.2007














LAMPIRAN
HASIL EVALUASI INDIVIDU

ANDRI NGINEIKON  L 131 17 165

Laporan Bakti Lingkungan
Tanggal 31 Maret  2018

          Pada hari saptu,tanggal 31 maret 2018 bakti lingkungan diadakan pada sore hari  pada jam 03:00 WITA.Pada pukul 02:30 saya berangkat dari kos ke kampus dengan waktu 10 menit.Pada pukul 03:30 bakti lingkungan langsung dilaksanakan oleh kakak panitia bakti lingkungan dengan mengumpulkan kami di samping  fakultas kehutanan. Adapun agenda pada hari itu yaitu pembersian lahan untuk penanaman pohon kehutanan sekaligus pembagian kelompok penanaman pohon, yang dimana akan saya rawat sampai 3 tahun.Setelah kaka panitia bakti lingkungan memerintahkan untuk bekerja saya lansung mengambil alat untuk menggali lubang,dengan kedalam 50 cm, setelah selesai saya membuat lubang  untuk menanam pohon saya dipeintahkan kaka panitia {mantan ketua bem} untuk menggambil mesin paras rumput untuk membersikan semua lubang yang sudah di buat agar pada saat menanam pohon lokasinya sudah bersih.Setelah selesai saya memaras rumput, saya di perintahkan untuk mencari selang air untuk membasahi lubang-lubang yang sudah ada untuk mengeluarkan panas yang ada dalam tanah.Setelah semua lubang  terisi air saya mengembalikan selang air.
       Setelah selesai semua kegiatan bakti lingkungan kami dikumpul di samping ruang pengajaran Fakultas kehutanan untuk mengisi daftar hadir atau kartu kontrol yang di berikan pada  kami,setelah selesai mengisi daftar hadir kami langsung mendapat arahan dari kaka panitia bakti lingkungan untuk tettap semangat mengikuti bakti lingkungan yang ada sampai pada batas waktu selesai bakti lingkungan. Pada pukul 05:30 kami semua semua kembali ke kos masing-masing tapi sebelumnya itu kami menyayikan lagu Mars Rimbawan dan membaca sebuah Doa.
                       
Laporan Bakti Lingkungan
Tanggal 07 April 2018
      Pada hari saptu tanggal 07 April 2018 bakti lingkungan diadakan pada pagi hari yaitu pada pukul 06:00. Pada pukul 05:20 saya berangkat dari kos ke kampus karna hanya dengan jalan kaki saya tiba di fakultas pada pukul 05:43. Setibanya saya di sana belum ada orang sama  sekali,ketika pukul 06:00-06;30 baru sedikit teman-teman saya yang datang,namun kaka panitia bakti lingkunga sudah ada.Ketika pukul 07:00 bakti lingkugan langsung dilaksanakan dengan kami olarag terlebih dahulu sebelum melakukan bakti lingkungan yaitu pemanasan dan lari keliling fakultas kehutanan sebnayak dua kali untuk pria sendangkan wanita sebanyak satu kali.Setelah selesai olahraga kami lansung dikumpul pada samping gedung Fakutas kehutanan tepatnya samping kelas KHT I,sesuai kelompok bakti lingkungan.kemudian kami berkumpul kakak panitiabakti lingkugan langsunng memerintahakan kami untuk menggambil alat kerja, laki-laki menggambil tempat sampah, sedangakan wanita menggambil sapu untuk menyapu.
        Setelah terkumpul alat kerja kami lansung di perintahakan langsung untuk bekerja,adapun rute bekerja saya yaitu bagian Dekanat fakultas Kehutanan, saya langsung menggambil bagian mengakat sampah yang ada, sambil menunggu sampah lain yang sedang di sapu, saya mencabut-cabut rumput yang tinggi dan memunggut daun-daun yang tidak bisa di sapu,setelah semua samaph terkumpul saya dan teman saya lansung mengangkat dengan cepat dan membuang pada pembuangan sampah. Kemudian saya lanjut naik ke atas bagian depan kelas KHT F untuk membantu teman-teman saya membuang sampah mereka dan langsung membakar sampah yang sudah terkumpul begitu banyak.Setelah selesai membersihakan semua bagian Fakutas Kehutanan kami langsung dikumpul disamping DEKANAT Fakultas Kehutanan untuk mengisi absen dan kartu kontrol kami,selanjutnya kami  menyayikan lagu Mars Rimbawan, pada pukul 10:24 kami langsung kembali ke kos kami masing-masing.



Laporan Bakti Lingkugan
Tanggal 21 April 2018
       Pada tanggal 21 April 2018 tepatnya pada hari sabtu,bakti lingkungan dimulai kembali seperti biasanya pada pukul 06:00. Pada pukul 05:38 saya sudah berada di Fakultas Kehutanan untuk mengikuti bakti lingkungan setiap hari sabtu, pada pukul 07:00 kami melakukan hal biasa kami yaitu olaraga sebelum memulai bakti lingkugan,setelah selesai olahraga kami istrahat sejenak kemudian kami langsung diperintahakan untuk kumpul di samping kelas KHT I oleh kaka panitia bakti lingkugan sesuai kelompok bati lingkungan yang ada.Selanjutnya kami diperintahakan untuk mengambil alat kerja laki-laki mengambil tempat samaph dan wanita mengambil sapu,setelah mengambil alat kerja kami medapatkan arahan untuk membersihkan semuan gedung fakultas kehutanan. Setelah selesai mendapat arahan kami langsung bekerja, saya mengambil bagian menggangkat sampah lagi seperti minggu sebelumnya, saya menganggkat sampah dengan teman saya yang sudah terkumpul sambil menunggu sampah lainnya yang sedang di kumpulkan oleh teman lain.
         Setelah sampah semua terkumpul  saya langsung menggangkat dan membuang pada tempat sampah, kemudian saya melanjutkan mengangkat sampah plastik pada lokasi tanaman yang ada dan langsung membakarnya,kemudian saya melanjutkan ke bagian atas gedung fakutas kehutanan unttuk membersihkan sampah yang belum selesai diangkat dan langsung membuangnya ke tempat sampah.Selanjutnya semua gedung bersih kami di kumpulkan di depan untuk mengisi absen dan kartu kontrol bakti lingkugan, setelah selesai mengisi absen bakti lingkungan kami mendapat araha dari kakak panitia bakti lngkungan. Pada pukul 10:55 kami kembali ke kos kami masing-masing.


Laporan Bakti Lingkungan
Tanggal 28 April 2018
        Pada hari sabtu tanggal 28 april 2018 diadakan bakti lingkungan seperti biasanya pada pukul 06:00. Pada pukul 05:50 saya berada di fakultas kehutanan untuk mengikuti bakti lingkungan seperti biasanya. Pada pukul 07:00 kami memuali bakti lingkungan tapi sebelumnya kami olahraga terlebih dahulu agar sehat, setelah selesai olahraga kami dikumpul di samping kelas KHT I untuk mendengarkan intruksi dari kaka panitia bakti lingkungan,kami berkumpul sesuai kelompok masing-masing,kemudian kami diperintahkan seperti hal biasanya mengambil tempat sampah dan sapu untuk membersihkan lingkunggan fakultas kehutanan. Setelah di arahkan saya langsung menggambil bagian yaitu menyiram tanaman pohon yang ditanam dan memnggangkat samapah yang ada ditempat pohon yang kami tanam.
       Selanjutnya saya menggangkat sampah pada semua gedung fakultas kehutanan baik dari DEKANAT, taman,dan didepan ruangan kelas KHT A,B,C,D,E,F,G serta di depan dan belakang banggunan gedung baru fakultas kehutanan.Kemudian saya membakar sampah yang ada di belakang gedung baru fakultas kehutanan sekaligus saya menjaga api yang menyala mengigat angin yang betiup kencang jangan sampai persemyam di belakang gedung baru  terbakar, setelah seleasai semua tugas saya membersihkan lingkungan fakultas kehutanan dan menjaga api saya lagsung menuju ke samping gedung DEKANAT untuk mengisi absen dan kartu kontrol saya, setelah selesai saya mengisi kartu kontrol dan absen kami lansung menyanyi lagu Mars rimbawan dan lansung kembali ke kos kami masing-masing.


Laporan Bakti Lingkungan
Tanggal 12 Mei 2018

           Pada hari senin tanggal 12 mei 2018 saya mengganti hari bakti lingkungan dimana pada hari saptu tanggal 10 mei 2018  saya berhalangan datang karna berhubungan ada urusan mendadak. Pada hari senini tanggal 12 mei 2018 saya mengganti untuk memenuhi aturan yang ada. Pada  pukul 04:00 bakti lingkungan dimulai seperti biasa kami di kumpul  namun tidak sesuai kelompok, kami langsung diarahkan membersihkan lingkungan fakutas kehutanan dengan secara bersama-sama yang dimulai dari gedung DEKANAT  dan gedung kelas-kelas pembelajran. Saya  langsung memunggut sampah yang ada dan menggumpukan pada teman sya yang mebawaa tempat sampah, dan mengambil sapu untuk menyapu bebrapa bagian yang belum disapu atau dibersihkan.
        Setelah selesai kami membersihkan saya lansung menyiram tananman kelompok kami,dan membersihkan rumput-rumput yang ditumbuh disekitar tanaman kelompok saya,kemudian kami berkumpul dilapangan takraw untuk mengisi absen dan mendengarkan penyampain dari kaka panitia bakti lingkungan. Pada pukul 05:36 kami langsung kembali ke kos kami masing-masing.







KARTU KONTROL BAKTI LINGKUNGAN
ANDRI NGINEIKON







LAPORAN BAKTI LINGKUNGAN
(GABBY FLORENSIA : L 131 17 164)
Hari/tanggal : 31 Maret 2018
Perencanaan: Penanaman Pohon di lahan Fakultas Kehutanan
Pertama-tama saya dan teman kelompok saya menentukan lokasi tanah yang ingin di gali untuk tempat menanam pohon, setelah menentukan lokasi tempat penggalian barulah kita mulai menggali dengan menggunakan linggis, setelah di gali cukup dalam barulah kita mulai menanam tetapi sebelum kita menanam terlebih dahulu kita menyiram lubanggalian tempat kita ingin menanam pohon supaya panas dalam lubanggalian itu akan hilang dan tidak merusak akar pohon yang ingin kitatanam. Setelahselesai di siram, kemudian kita mulai menanam pohon.Setelah selesai menanam kemudian dilanjutkan dengan menyiram tanaman tersebut.

Hari/Tanggal: 07 April 2018
Perencanaan: Membersihkan halaman disekitaran Fakultas
Pada tanggal 07 April 2018,pagi saya dan teman-teman datang untuk mengikuti bakti lingkkungan,dan seperti biasanya kami dikumpulkan dan harus berbabis terlebih dahulu menurut kelompok,setelah terkumpul kami diarahkan untuk membersihkan halaman yang ada disekitaran Fakultas Kehutanan dengan menggunakan sapum lidi,dan ada juga sebagian dari kami yang mencabut rumput-rumput liar,setelah bersih kami membakar sampah yang sudah terkumpul. Dan setelah itu,kami menyiram pohon yang sudah kami tanami minggu yang lalu. Setelah semuanya selesai kami lakukan,kami kembali dikumpulkan untuk mengisi absen dan menandatangani kartu kontrol yang ada.
Hari/Tanggal: 21 April 2018
Perencaaan: Mencabut rumput liar dan membersihkan lingkungan yang ada      disekitaran FakultasKehutanan
Bakti lingkungan berikutnya yang saya lakukan yaitu  mencabut rumput-rumput liar yang ada di sekitaran Fakultas Kehutanan, mencabut rumput tersebut saya tidak menggunakan alat melainkan hanya menggunakan tangan, setelah selesai di cabut rumput-rumput tersebut kemudian di kumpulkan dan dibakar. Setelah semuanya selesai kami lakukan,kami kembali dikumpulkan untuk mengisi absen dan menandatangani kartu kontrol yang ada.Namun,saya tidak melakukannya pada tanggal itu melainkan pada tanggal pergantian bakti lingkungan yang dilakukan pada sore hari.



Hari/Tanggal : 28 April 2018
Perencanaan : Membersihkan halaman disekitaran Fakultas Kehutanan dan Menyiram pohon
Pada tanggal 28 April 2018,pagi saya dan teman-teman datang untuk mengikuti bakti lingkkungan,dan seperti biasanya kami dikumpulkan dan harus berbabis terlebih dahulu menurut kelompok,setelah terkumpul kami diarahkan untuk membersihkan halaman yang ada disekitaran Fakultas Kehutanan dengan menggunakan sapum lidi,dan ada juga sebagian dari kami yang mencabut rumput-rumput liar,setelah bersih kami membakar sampah yang sudah terkumpul. Dan setelah itu,kami menyiram pohon yang sudah kami tanami minggu yang lalu. Setelah semuanya selesai kami lakukan,kami kembali dikumpulkan untuk mengisi absen dan menandatangani kartu kontrol yang ada.Seperti minggu yang lalu saya tidak berkesempatan hadir, namun,saya tidak melakukannya pada tanggal itu melainkan pada tanggal pergantian bakti lingkungan yang dilakukan pada sore hari yaitu pada hari Kamis,03 Mei 2018.

Hari/Tanggal : 14 Mei 2018
Perencanaan : Memasang plakat pada pohon sekitaran Fakultas Kehutanan dan menyapu halaman
Pada tanggal ini adalah tanggal pengganti bakti lingkungan,dimana kami melakukannya pada sore hari yaitu pukul 15.30 WITA,pada kesempatan ini kelas kami bersamaan untuk mengikuti praktek mata kuliah Dendrologi, kami ditugaskan untuk memasang plakat pada setiap pohon yang ada sesuai dengan kelompok yang sudah dibagi,karena praktek kami tidak membutuhkan waktu yang begitu lama kami melanjutkan kegiatan dengan menyapu halaman dan membersihkan kaca yang pecah dimana masih berserakan disekitar halaman,kami mengumpulkannya dan membuangnya pada tempat sampah. Setelah semuanya selesai kami lakukan,kami kembali dikumpulkan untuk mengisi absen dan menandatangani kartu kontrol yang ada.





Dokumentasi :

Dokumentasi pada tanggal 07,April 2018
Di Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako

(Gambar Kartu Kontrol Bakti Lingkungan Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako 2017/2018)

Komentar